Entah berapa rumah laba-laba yang bersarang dalam blog ini. Tak ada satu huruf pun yang muncul selama tiga tahun. Nyaris lenyap. Blog ini perlu direnovasi ulang.
KATA BULAN
Jumat, 10 Februari 2017
Jumat, 25 Oktober 2013
Sebelum Hujan Jatuh
Aku pernah meninggalkanmu dalam
keadaan yang tidak baik. Meninggalkan berbagai harapan yang muncul, namun harus
kau telan kembali. Sehingga radang yang kau rasakan bukan hanya tenggorokanmu,
tapi hatimu. Meradang dan mengecap rasa pahit perpisahan. Kepekaan kita mungkin
berada dalam satu tingkat yang sama, namun tak pernah saling tau. Aku bilang, “ini
hal biasa.”, namun kamu bilang “ini kamu yang tidak peka!” Aku bilang, “ini
karena kamu yang tidak peka!”, tapi kamu justru bilang, “ini wajar, biasa saja.”
Mungkin definisi peka dari kita tak pernah sama, mungkin juga peka adalah
keegoisan masing-masing dari kita.
Dalam
hal ini, mungkin aku yang harus bertanggungjawab. Keputusanku untuk memilih
pergi mungkin kurang tepatjika aku tahu hujan akan datang di kota kita sore
itu. Untuk menebusnya, kubisikan permohonan maaf lewat ranting pohon dan tanah
yang mulai basah dibawah gerimis pertama. Sampai angin akan menerbangkan dan
menaruhnya pada ranting pohon di dekat rumahmu. Untuk kau dengar, kau rasakan,
dan kau maafkan.
Perlahan
air langit semakin tumpah, daun-daun yang belum tersentuh gerimis kini basah
oleh hujan yang semakin menderas. Aroma tanah semakin tercium. Jalanan sepi
oleh manusia yang lalu lalang. Orang-orang saling berlindung dan menghangatkan
diri. Begitu juga kita. Hujan yang sama, dari langit yang sama, di kota yang
berbeda. Hujan semakin menderas, namun hati kita sudah reda.
Kategori
Tentang hidup
Senin, 16 September 2013
Rumit
Seperti
halnya kerumitan yang sering saya buat, beberapa kejadian membuat saya
kalangkabut dalam menerima pesan setiap kejadian. Saya membuat arti pesan itu
sendiri, tanpa melihat kejadian-kejadian serupa yang pernah saya atau oranglain
alami. Hingga akhirnya saya juga yang harus menata kerumitan itu,
tertatih-tatih mengamankan imajinasi saya agar tidak turut campur dalam
penataan ruang berpikir. Kemudian secara halus mengambil kesimpulan atas
beberapa kejadian tadi. Namun, ujung-ujungnya saya selalu tidak puas dengan
kesimpulan yang telah saya ambil. Lalu saya akan mengulanginya lagi, merasakan
kejadian lagi, berusaha logis namun gagal lagi dan bahkan semakin liar dalam berimajinasi.
Mengambil kesimpulan lagi, tidak puas lagi, dan akhirnya berekspresi tanpa
sesuai yang saya harapkan. Hwah! Biarlah saya bersenang-senang bersama kerumitan
itu sendiri.
Tengah
malam (bersama efek kerumitan tadi siang)
Kategori
Tentang hidup
Pertemuan Singkat
![]() |
| bersama calon-calon guru |
Ketika
kita tumbuh dewasa, akan semakin banyak orang yang mengenal kita. Begitu juga
dengan ku, yang selalu berusaha mengenal setiap orang yang pernah ku temui.
Dalam waktu yang disengaja, maupun yang tak terduga. Pasti, Dia telah
merencanakan ini. Mempertemukan aku dengan kalian, makhluk unik yang untuk
pertama kalinya aku marah-marah di depan orang yang belum aku kenal. Meluapkan
kekesalanku pada kalian yang tak menggrubis arah pembicaraanku, sibuk dengan
dunia kalian yang belum mampu kurasuki. Harusnya aku yang pandai mengendalikan
emosi, membawa diri dengan segenap bekal yang pernah ku pelajari, membuat
apersepsi yang tak jauh dari apa yang anak-anak remaja pikirkan jaman sekarang.
Namun,
kalian telah mengajariku bagaimana cara berinteraksi yang benar, bagaimana aku
harus menatap kalian satu persatu agar tak ada yang merasa terkucilkan.
Bagaimana aku harus memberikan umpan balik yang positif atas celoteh-celoteh
kalian yang kadang membuatku geli sendiri. Bagaimana aku harus menjelaskan
materi secara pelan-pelan dengan media dan bahasa yang kubuat sesederhana
mungkin. Bagaimana aku dapat mengerti dan memahami bahasa tubuh kalian yang
ruwet dan kakean polah, yang ternyata di balik itu semua kalian butuh perhatian
dengan porsi yang lebih dari sewajarnya. Lucunya ketika kalian bilang, “ Bu..
capek Bu, pusing nggak paham.” Oh my God… dan aku harus berhenti sejenak,
mengambil nafas dan membiarkan kelas terurai dalam balutan ice breaking yang
membuat kita terlena. Cerita khas anak remaja, romantika pelajar-pelajar SMA
yang penuh dengan gelak tawa. Tak hayal, membuatku kembali pada memori 5 tahun
yang lalu ketika aku masih terbungkus seragam putih abu-abu. Dan hari-hari kita
semakin menyenangkan dengan aku yang sekarang mulai mengerti jalan pikiran
kalian, cara berpikir kalian, serta dosis perhatian yang harus ku keluarkan. :)
Kita
tak pernah bisa mendefinisikan seseorang tanpa kita masuk dalam bagian mereka.
Bukan oranglain yang harus memulai, namun kita. Karena apa yang kita lihat
belum tentu sama dengan apa yang kita dengar, dan apa yang kita dengar belum
tentu sama dengan apa yang kita rasakan. Aku tak sepenuhnya mengerti apa itu jarak
antara guru dan siswa namun kita selalu beranggapan bahwa sahabat tak kenal
usia.
Masa-masa indah, menjalin kisah bersama siswa
SMAN 1 TUMPANG_MALANG.
Kategori
Tentang hidup
Langganan:
Postingan (Atom)




