Selasa, 31 Agustus 2010

My Unlucky Town

Haha, Dasar!! Kemarin aku lupa paswordnya, jadi nggak bisa nulis lagi.
Yiah,, bisa dilihat penampilan baru ku yang sekarang. Cieee...Seorang mahasiswa kecil yang dulunya selalu mengenakan seragam putih abu-abu kini telah beranjak dewasa. Berganti penampilan, tanpa seragam, tanpa dasi, tanpa pin sekolah. Hehe
Bertempat ngontrak di jalan Veteran Dalam, Pondok Maya gadis ini mencoba mengikuti gaya hidup yang baru. Dan sungguh, sejak 3 minggu yang lalu aku mulai tinggal disini, aku home sick!! Bete. Pengen pulang. Kangen Bapak Ibuk. Aku baru sadar betapa tak enaknya tinggal jauh dari orang tua. Nggak ada suara Ibuk, suara Bapak, suara rewel adik kecilku, dan suara-suara tetanggaku yang selalu menyapaku. Benar-benar culture shock! mana kalo di sini uangnya pas-pasan. Harus benar-benar nerapin prinsip ekonomi banget nih. Hwaa... Rasanya pengen cepet-cepet pulaangggg.
Namun, paling tidak aku punya Kakak disini. Juga punya temen SMA yang satu kontrakan. Dan jadilah mereka sebagai handkerchief ku. Hehe
Ini sungguh Unlucky. Pas banget sama nama kota ini. Malang.

But, aku berharap ini hanya sementara waktu. Aku akan terus belajar mengenal kehidupanku yang baru. Belajar untuk mencintai semua yang telah ku miliki. Belajar mencintai Matos, Pasar besar, Sardo, Matahari, JatimPark, ( haha, ngakak) dan yang terakhir The Learning of Malang University. Semoga malang ku tidak benar-benar unlucky... :-D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar