GREEN
LIVING: Gaya Hidupku, gaya hidup HIJAU!
Sebenarnya sih ini jargon sebuah rangkaian acara yang di bikin oleh Bem
Mipa yang bekerjasama dengan Kompas dan Tupperware yang aku ikutin kemarin. Cuman,
pesannya ngena’ banget. Jadi akupun ingin berbagi..^_^
Gerakan
ramah lingkungan (go green) saat ini
memang lagi gencar-gencarnya di lakukan. Banyak cara yang ditempuh oleh
sekolah, mahasiswa serta para aktivis organisasi untuk menyuarakan gaya hidup
sehat. Kalau di SMA ku dulu (SMA 2 Ngawi)
kami melakukannya dengan cara menyebarkan pamflet yang berisi
pengetahuan tentang Global Warming, efek
rumah kaca, penipisan ozon dan lain-lain, selain itu para siswa, guru
maupun tata usaha dihimbau untuk tidak membawa kendaraan bermesin ke sekolah,
walaupun masih ada siswa yang membawa motor (dengan alasan rumahnya jauuhh, di
pucuk gunung katanya) di depan gerbang sekolah sudah berjejer rapi para siswa
yang mendapat tugas untuk menyetop siapapun yang membawa motor ke area sekolah
sebelum mereka mematikan mesin motornya. Wiiihh....
Nah, gerakan-gerakan
seperti ini memang wajib di lakukan, apalagi kita-kita ini yang kata Bang Roma
punya “Darah muda”, darah yang mengalir pada jiwa-jiwa anak muda yang selalu
punya semangat dan tekad yang kuat. Fufu..!! Tidak masalah jika sebagian orang
masih beranggapan bahwa gerakan ini merepotkan, sia-sia dan gak ada
pengaruhnya. Salah besar!! Suatu hal yang besar tidak
akan terwujud tanpa adanya aplikasi dari hal-hal kecil. Tidak perlu jadi bebek pada mereka
yang tidak punya rasa cinta pada lingkungan. Karena bumi ada di tangan para
penghuninya, siapa lagi yang menyelamatkan bumi kalau bukan kita-kita, yang
masih mau membuka mata bagaimana hakekat manusia.
Hmm,
ada 2 istilah berkaitan yang perlu diperhatikan dalam menjaga bumi.
1.
Reduce, yaitu
mengurangi penggunaan bahan yang sulit didaur ulang
2.
Reuse,
yaitu memakai barang dari material yang aman sehingga dapat
digunakan berkali-kali
Dua hal yang sederhana, namun
seringkali di anggap repot. Namun reduce dan
reuse merupakan upaya untuk menyelamatkan
bumi dari pencemaran timbunan sampah yang akhir-akhir ini mulai timbul.
Selaku
calon ibu rumah tangga yang baik(hahaha, ngakak sendiri waktu nulis!),
saya memberikan beberapa tips sederhana yang bisa kita terapkan perlahan-lahan
untuk melindungi si bulat agar tetap green.
1.
Hindari
plastik, kresek dan sesamanya
Untuk para shopaholic, bawalah wadah sendiri ketika
berbelanja baju, makanan, maupun kosmetik untuk mengurangi penggunaan kemasan
plastik dan kresek yang membutuhkan waktu sangat lama untuk hancur dalam tanah.
Wadahnya bisa berasal dari tas-tas jinjing yang terbuat dari kain atau parasit.
Nah, lagian juga lebih unyu-unyu ketimbang tras kresek yang item polos. ^_^
2.
Hemat
energi
Pemborosan
listrik dan asap kendaraan juga sangat berpengaruh. Jadi matikan lampu jika
tidak di pakai. Kalau ingin pergi dalam jarak yang dekat, usahakan tidak
membawa kendaraan yang bermesin. Jalan kaki lebih sehat! Naik sepeda lebih
gaya! Hehe..
3. Pakai
wadah sendiri
Untuk yang
terbiasa membawa bekal makanan, maupun minuman, bawalah wadah yang bisa
digunakan berulangkali (gelas dan kotak makan). Hindari pemakaian sedotan
plastik, stereofoam, dan gelas/botol plastik sekali pakai.
1.
Sayangi Alam
Nah, ini dia tips
terakhir yang paling menarik!
“.. Berbagi waktu dengan alam, kau akan tahu siapa
dirimu yang sebenarnya, hakikat manusia..” (Soe Hok Gie).
Cobalah kunjungi
tempat-tempat menarik di daerahmu, semisal pantai, gunung, kebun teh, hutan,
danau, atau tempat apapun yang masih belum terjamah oleh asap kendaraan,
gedung, dan tangan-tangan jahil manusia. Pasti, disana kita akan merasakan
kenyamanan yang berbeda, sesuatu yang membuat kita lebih dekat denganNya, dan
membuat kita takjub bahwa inilah alam yang sebenarnya. Secantik itu... tanpa
lukisan manusia.
Aplikasikan
dan tularkan GREEN LIVING supaya bumi kita sehat ^_^
Go green! Go green! Go green! Go green! Go green! Go
green! Go green! Go green!



Tidak ada komentar:
Posting Komentar