Jumat, 20 Juli 2012

Di sini saja
Mengingat kota Malang seakan bercermin pada aku yang lain. Sudah kuputuskan 3 bulan tak mennyapanya. Bukan apa-apa,  hanya sebuah pencarian jawaban atas pertanyaan yang kubuwat sendiri. Ini tidak mudah dan harus kupikirkan berulang-ulang. Hingga nanti suatu saat ketika jawaban itu muncul dengan sendirinya, hilanglah sudah kelam di langit Malang.
Satu tempat yang membuatku rindu. Tempat cucian. Sering sekali aku berlama-lama disana. Menjemur segala macam, sekedar minum susu hangat, menyapa kucing-kucing nakal yang tinggal di atap rumah, melihat langit, atau hanya semacam melamun meratapi nasib. :)
Malang, Aku janji. Selepas lebaran memelukmu lagi…
# asal kau tidak dingin ya!

2 komentar:

  1. Malang, kota dingin yang selalu kurindukan.....
    Salam kenal, Rembulan. . . .

    BalasHapus