Di sini saja
Mengingat kota Malang seakan
bercermin pada aku yang lain. Sudah kuputuskan 3 bulan tak mennyapanya. Bukan
apa-apa, hanya sebuah pencarian jawaban
atas pertanyaan yang kubuwat sendiri. Ini tidak mudah dan harus kupikirkan berulang-ulang.
Hingga nanti suatu saat ketika jawaban itu muncul dengan sendirinya, hilanglah
sudah kelam di langit Malang.
Satu tempat yang membuatku
rindu. Tempat cucian. Sering sekali aku berlama-lama disana. Menjemur segala
macam, sekedar minum susu hangat, menyapa kucing-kucing nakal yang tinggal di
atap rumah, melihat langit, atau hanya semacam melamun meratapi nasib. :)
Malang, Aku janji. Selepas
lebaran memelukmu lagi…
# asal kau tidak dingin ya!
Malang, kota dingin yang selalu kurindukan.....
BalasHapusSalam kenal, Rembulan. . . .
Salam kenal kembali :)
Hapus