Rabu, 15 Agustus 2012


PROMISE
Didedikasikan untuk orang-orang yang pernah merusak janji…
Janji adalah pilihan, dan menepatinya adalah kewajiban.
Seketika perasaanku berubah. Waktu yang telah membawanya padaku. Waktu jua yang menunjukkannya padaku. Betapa bodohnya menaruh harapan pada langit. Kupikir Bulan satu-satunya benda terbesar yang ia peluk selama ini. Yah, aku lupa pada sosok-sosok kecil nan indah disekelilingnya. Walau kecil, bintang bisa saja mempesonakan langit…
Lalu akan datang gerhana bulan yang membuat dunia kalap. Lalu saling berikrar. Lalu mengulanginya, lagi.. dan lagi..
Hmmm, sekejap tanpa sadar harapanku mulai menguap. Hanya tersisa sedikit angan-angan dengan kata kunci “seandainya”. Banyak hal yang tak ingin kugantungkan, walau aku tahu kini aku sudah terlanjur menggantung-nggantung dalam Langitnya..  Namun, untuk janji yang terabai aku masih ragu apakah ini bagian dari proses atau merupakan akhir dari sebuah malam.
Cinta tidak melulu tentang bagaimana seseorang mempunyai ketertarikan pada lawan jenis. Tidak melulu tentang bagaimana dia mengungkapkan perasaannya. Tidak melulu tentang seberapa sering berjumpa. Tidak melulu tentang pacaran, soal nikah, punya anak. Tapi cinta adalah komitmen dan sebuah jani. Bukan sekedar janji manis, janji bolong, atau janji menipu. Tapi janji yang benar-benar janji. Tanpa ingkar dan berusaha mengingkari..
Sekali lagi. Janji adalah pilihan, dan menepatinya adalah kewajiban.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar