Sabtu, 24 November 2012

Hujan di Siang Hari


Tiada siang kecuali hujan. Aku masih bersyukur. Langit mendung membawa kedamaian bagi siapa saja yang masih mau meresapi indahnya perputaran roda kehidupan ini. Merefleksikan diri sejenak ditengah rutinitas kegalauan kuliah. Menyandarkan diri, merapat pada keluarga, atau sekedar minum susu hangat tentu akan menambah kenyamanan hati dan fikiran kita. Tak perlu gupuh dan terombang-ambing oleh masalah yang sudah ditakdirkan. Cukuplah segelas susu hangat, atau teh, atau kopi, atau untuk yang lebih gayanya secangkir cokelat panas untuk meredam emosi yang terlanjur meluap-luap. Barangkali hujan ini sengaja diturunkan untukku, supaya aku kembali bersukur. Beryukur untuk air yang telah dijatuhkan dengan gratis, padahal beberapa bulan belakangan masih terjadi kekeringan di mana-mana. Sekejap Dia buktikan lagi kekuasannya semudah membalikkan telapak tangan. Sungguh maha kuasa... terdengar mbak kos yang ngedumel gara-gara ujan ga jadi pacaran. Deuhhh, kacian bangett... lagi-lagi hujan pembawa kebaikan. ^_^ Alhamdulillah yaah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar