Tak
pernah terbayang akan seperti ini. Sosok yang selama ini kuat, tangguh, dan
pemberani harus terbaring lemah di rumahsakit. Merasai ada yang salah dalam
tubuhnya. Nyeri, pusing, panas, ngilu tercampur dalam suasana yang seharusnya tak
ada. Lelaki pertama yang kukenal ketika mataku terbuka menahan sakit, entah
fisiknya atau rohnya. Semua adalah rahasia-Nya. Aku hanya percaya, Allah tidak
pernah tidur. Dia tahu semua.
Kini
aku tahu, bagaimana beban yang beliau pikul selama ini. Berjuang menghidupi
ketiga putrinya, ngalor ngidul mencari jatah buat anaknya. Tak bisa kubayangkan,
betapa repotnya beliau ketika aku selalu mendesak buat bayar SPP. Dan beliau
tak pernah berkata tidak, padahal aku tahu betapa susahnya mencari… Beliau
adalah sosok yang sedikit keras, keras untuk sesuatu yang memang perlu. Keras
untuk sebuah keyakinan yang beliau anggap benar demi sebuah kedisiplinan. Namun
dibalik itu, beliau adalah sosok yang lembut, baik hati, dan menyenangkan.
(Semoga kebaikannnya tak disalah gunakan oleh beberapa pihak yang iri padanya).
Bayangkan saja, beliau adalah satu-satunya lelaki dalam keluargaku. Betapa
beliau sangat dibutuhkan di situasi yang genting, karena yang kita tahu
perempuan tidak pernah bisa di andalkan di situasi yang mendesak, karena
perempuan lebih banyak menggunakan perasaannya sedang lelaki akan berfikir
lebih tanggap, cepat dan rasional. Hmmm..
Setelah
beberapa minggu ini, sudah mengalami banyak peningkatan. Semoga hari-hari
kedepan, semakin baik, dan kami berlima bisa berkumpul kembali dalam situasi yang
lebih menyenangkan lagi, jalan-jalan ke pantai lagi, ke kebun binatang lagi,
atau ke manapun yang beliau suka…
Bapak, cepat sembuh ya …
semoga cepat sembuh wul.
BalasHapusamiin
BalasHapus