Rabu, 24 April 2013

Ketika Bapak Sakit.

          Tak pernah terbayang akan seperti ini. Sosok yang selama ini kuat, tangguh, dan pemberani harus terbaring lemah di rumahsakit. Merasai ada yang salah dalam tubuhnya. Nyeri, pusing, panas, ngilu tercampur dalam suasana yang seharusnya tak ada. Lelaki pertama yang kukenal ketika mataku terbuka menahan sakit, entah fisiknya atau rohnya. Semua adalah rahasia-Nya. Aku hanya percaya, Allah tidak pernah tidur. Dia tahu semua.
          Kini aku tahu, bagaimana beban yang beliau pikul selama ini. Berjuang menghidupi ketiga putrinya, ngalor ngidul mencari jatah buat anaknya. Tak bisa kubayangkan, betapa repotnya beliau ketika aku selalu mendesak buat bayar SPP. Dan beliau tak pernah berkata tidak, padahal aku tahu betapa susahnya mencari… Beliau adalah sosok yang sedikit keras, keras untuk sesuatu yang memang perlu. Keras untuk sebuah keyakinan yang beliau anggap benar demi sebuah kedisiplinan. Namun dibalik itu, beliau adalah sosok yang lembut, baik hati, dan menyenangkan. (Semoga kebaikannnya tak disalah gunakan oleh beberapa pihak yang iri padanya). Bayangkan saja, beliau adalah satu-satunya lelaki dalam keluargaku. Betapa beliau sangat dibutuhkan di situasi yang genting, karena yang kita tahu perempuan tidak pernah bisa di andalkan di situasi yang mendesak, karena perempuan lebih banyak menggunakan perasaannya sedang lelaki akan berfikir lebih tanggap, cepat dan rasional. Hmmm..
          Setelah beberapa minggu ini, sudah mengalami banyak peningkatan. Semoga hari-hari kedepan, semakin baik, dan kami berlima bisa berkumpul kembali dalam situasi yang lebih menyenangkan lagi, jalan-jalan ke pantai lagi, ke kebun binatang lagi, atau ke manapun yang beliau suka…
Bapak, cepat sembuh ya …

2 komentar: