Tiba-tiba terisak ketika ikut pengajian ibu-ibu PKK di
Balai Desa Wajak. Di tengah do’a tahlil berlangsung, mbak Ilma menggandeng
tanganku dan menuntunku ke posko. Seperti alunan kesedihan yang
terngingiang-ngiang ketika mendengar ibu-ibu cantik ini mengaji. Aku harus
membiasakannya, pelan-pelan harus bisa. Toh, beliau tak pernah pergi dari
hatiku. Selalu dan selamanya beliau adalah bagian dari ragaku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar